Lingkungan Santo Lukas

Generasi pertama wilayah Bantul utara adalah: Eyang Das, Eyang Pawiro Sentono (Cepit), Eyang P. Atemo Rejo (Cepit), Eyang Karyo Diryo (Cepit), Eyang Darso Sentono (Karanggondang), Eyang Darmo Atas (Cepit), Eyang Iman (Pulutan), Eyang Darmo (Bandung), pada waktu itu yang berkarya di Santo Yakobus Bantul adalah Romo Roumen. Sedang generasi kedua adalah sebagai berikut: BApak Florentinus Widyohadimartoyo, Bapak Suhir, Bapak Suyud, Bapak Adi Wiyono.

Karena perkembangan umat yang lumayan pesat, maka wilayah-wilayah dibagi menjadi lingkungan-lingkungan. Wilayah bagian utara yang dibagi menjadi beberapa lingkungan, salah satunya adalah lingkungan Santo Lukas, yang meliputi beberapa dusun, yaitu Dusun Cepit, Dusun Piringan, Dusun Karanggede, Dusun Dagen, Dusun Pringgan dan Dusun Bangmalang. Pembagian lingkungan dimulai pada Mei 1991, dimana saat itu Paroki Santo Yakobus Bantul dipimpin oleh Romo Venantius Kartasudarma, Pr.

Lingkungan Santo Lukas, dengan ketua lingkungan yang pertama adalah Bapak Pontianus Marlam Tondo Paningron. Ketua yang kedua adalah Ibu Maria Magdalena Sri Suharti. Dilanjutkan Bapak Robertus Danurdono sebagai ketua pada periode ketiga. Kepemimpinan Lingkungan Lukas dilanjutkan oleh Bapak Ignatius Supatah (2006-2009 dan 2010-2013), beliau menjabat menjadi ketua lingkungan selama dua periode. Sekarang, kepemimpinan Lingkungan Lukas dipegang oleh Bapak Yulius Gito (2013-2015).

Santo Lukas dipilih sebagai santo pelindung untuk lingkungan ini dan diperingati setiap tanggal 18 Oktober. Santo Lukas memperhatikan orang-orang kecil, terlebih mereka yang miskin, sakit dan terlantar. Mengutip dari kisah itu, diharapkan umat di lingkungan ini dapat meneladani sikap dan perbuatan Santo Lukas. Umat yang ada di lingkungan ini diharapkan menjadi orang-orang yang peka terhadap kebutuhan sesame, terlebih mereka yang kecil, lemah, cacat, miskin, sakit dan tersingkir.