Lingkungan Stefanus

Sebagai mana namanya, LIngkungan Stefanus berlindung di bawah pelindung Santo Stefanus. Lingkungan yang sering disebut Lingkungan Stefanus Bantul WArung ini terdiri dari 11 dusun yang terletak di 2 desa, yakni desa Trirenggo dan desa Bantul dengan kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Kondisi ekonomi umatnya beraneka ragam, untuk umat lingkungan bagian barat yang berada di kota Bantul, kebanyakan menjadi pegawai, guru, wiraswasta, polisi dan sedikit yang menjadi petani. Sebaliknya, di bagian timur, mayoritas pekerjaannya sebagai petani meski ada juga beberapa yang menjadi pegawai maupun wiraswasta.

Sebagaimana lingkungan pada umumnya, Lingkungan St. Stefanus pun penuh dinamika kehidupan menggereja dengan berbagai kegiatan, entah itu sosek, koor, pendampingan iman, peribadatan, pengumpulan dana umat dan sebagainya.

Dari berbagai kegiatan itu, ada banyak nilai lebih yang dirasakan, seperti untuk pengumpulan dana iuran umat untuk biaya operasional lingkungan dilakukan setiap bulan dalam pertemuan rutin. Namun istimewanya, besaran iuran umat ini bervariasi sesuai tingkatan ekonomi masing-masing keluarga dan kenyataannya semua diterima penuh dengan keikhlasan.

Selain dana dikumpulkan lewat iuran rutin, juga dari kolekte saat bukan Maria atau sembahyangan, jimpitan atau koin umat dan donator dari umat tertentu. Dengan sumber dana tersebut, ternyata mampu memberi berkat kepada umat, selain mampu untuk membiayai biaya operasional, namun mampu memberikan bantuan sosial, seperti santunan kematian, orang sakit, bantuan untuk seminari dan secara rutin setiap bulan memberikan beasiswa untuk siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA kepadaumat yang dirasa memang perlu bantuan.

Sedang kegiatan yang ada di tingkat lingkungan, entah itu Cinta Bakti Gereja, ziarah, perteuan rutin maupun acara di tingkat paroki yang melibatkan lingkungan, berjalan cukup kondusifdan memuaskan, meskipun ada beberapa catatan.

Sementara keberadaan simpan-pinjam Tri Daya Usaha yang berada di tengah-tengah umat Lingkungan Stefanus, memberikan warna ekonomi yang cukup signifikan. SImpan pinjam yang berdiri sejak tahun 1967 sampai kini tetap berdiri dengan kokoh dengan hamper seluruh umat lingkungan Santo Stefanus menjadi aggotanya, bahkan ada yang dari luar lingkungan Stefanus pun ikut menjadi anggota. “Kini tetap bertahan karena keberadaannya sungguh sangat membantu dan dirasakan dalam membantuekonomi umat”, jelas FX Muhadi yang dipercaya menjadi bendahara Simpan-Pinjam Tri Daya Usaha dan sekaligus ketua lingkungan Santo Stefanus ini penuh dengan ungkapan rasa syukur.