Santo Agustinus Bantul Timur

Lingkungan Santo Agustinus terbentuk dari paguyuban umat Katolik yang berdomisili di komplek Perumahan Rakyat yang dibangun tahun 1953 oleh Pemda Provinsi DIY di atas tanah bekas pabrik gula Jebugan dan diberi nama perumahan Bantul Timur.

Umat yang tinggal di Bantul Timur menjadi bagian paguyuban umat dalam satu wilayah waktu itu bernama wilayah Bantul Timur yang terdiri dari Kelompok dusun Bantul Timur, Kelompok Kweden, Kelompok Nogosari dan Kelompok Jetis. Jumlah umat Bantul Timur berawal dari 92 jiwa dari 11 KK oleh karena umt merupakan kaum pendatang yang berpandangan maju, maka banyak umat yang menjadi pengurus Gereja, pengurus organisasi masyarakat dan menjado Pegawai Pemerintah (PNS). Tata keidupan umatpun terbiasa dengan pola hidup tertib dan teratur maka kehidupan iman umat bertumbuh baik pula dan jumlah umatpun terus berkembang.

Untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja pernah didirikan Penyiaran Radio Putra Tama atas Prakarsa Romo Ambrosius Adiwardoyo, Pr pada tahun 1970.

Pada masa penggembalaan Romo VM. Karto Sudarmo, Pr tahun 1993 diadakan pemekaran Lingkungan. Umat Bantul Timur dipersatukan di bawah lindungan Santo Agustinus dan merupakan bagian dari Wilayah Brayat Minulyo.