Santo Barnabas Karasan

Pada awal mula Karasan merupakan Blok Tengah. Pada saat Romo V.M. Karta Sudarma, berubah status menjadi lingkungan. Lingkungan Barnabas berdiri sekitar tahun 1995 pada saat Romo VM Kartosudarmo, Pr melakukan penataan ulang kelompok-kelompok teritori di Paroki Santo Yakobus Bantul.

Adapun batas wilayahnya Jalan KHA Wakhid Hasyim di sebelah timur, Jalan Srandakan sebagai batas selatan, sebelah barat dengan Klebakan dan Jodog Legi, sebelah utara dengan Bantul Karang. Wilayahnya meliput Karasan, Kadirojo dan Jetis.

Diketahui cikalbakal lingkungan Barnabas adalah Bapak Karyo Pawiro dan Bapak Marto Utomo. Beliau-beliaulah orang Katolik pertama di Lingkungan Barnabas. Bapak Karyo Pawiro dibaptis pada tahun 1928 sedangkan Bapak Marto Utomo dibaptis pada tahun 1930an. Keduanya dibaptis di Gereja Ganjuran.

Dinamika kehidupan di lingkungan Barnabas memang menemukan sejumlah hambatan, terutama sulitnya mengajak kaum muda untuk ikut dalam kegiatan bersama. Umumnya kaum muda masih menganggap kegiatan lingkungan hanya diperuntukkan bagi orang tua. Minimnya partisipasi umat dalam setiap kegiatan doa dan pertemuan cukup terasa di tengah lingkungan kecil ini, hanya sekitar belasan umat yang hadir. Hal ini mungkin disebabkan oleh kesibukan kerja dan kurangnya kesadaran sebagai satu saudara dalam Kristus. Meskipun demikian minat uat untuk mengikuti kegiatan misa di lingkungan masih cukup tinggi.