Santo Paulus Gabusan

Nama lingkungan diambil dari tokoh umat awal yaitu Bapak Pawirodikromo (Alm. Bapak FX. Sudadi tahun 1990an). Lingkungan Santo Paulus merupakan bagian dari Wilayah Santo Fransiskus Xaverius yang berada di sebelah utara, sedangkan yang di bagian selatan adalah lingkungan Santo Martinus. Sejak berdirinya kedua lingkungan ini, pengusulan nama Santo Paulus dan Santo Martinus berasal dari umat yang ada, terutama oleh tokoh-tokoh yang ada.
Asal nama St. Paulus sebenarnya merupakan nama Santo pelindung dari Bapak Paulus Pawirodikromo (alm) yang merupakan orang tua dari bapak FX. Sudadi (Gatak-Timbulharjo). Nama Paulus tersebut digunakan sebagai Santo pelindung lingkungan karena Bapak Paulus Pawirodikromo merupakan umat perdana di wilayah Santo Fransiskus Xaverius. Penggunaan nama Paulus untuk lingkungan atas usulan Bapak FX. Martoharjono (alm) yang saat itu sebagai ketua wilayah, dan disepakati oleh peserta rapat lingkungan.
Pembaptisan pertama kali di wilayah Santo Fransiskus Xaverius terjadi di tahun 1966. Pemisahan dengan Ngimbang terjadi karena jumlah umat yang ada di lingkungan Santo Paulus sudah cukup banyak, serta letak geografis yang relative jauh, dipisahkan oleh Sungai Winongo.